QUO VADIS, APAKAH IGOS I DAN IGOS II SERTA BAGOS DAPAT MENJADI JEMBATAN INFORMASI PUBLIK?

January 16, 2011 at 4:38 am Leave a comment

Kita hidup di era informasi, segala sesuatu yang berbau informasi untuk saat ini dapat diakses mudah melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK), memang pemerintah sudah mendeklarasikan IGOS I pada tahun 2004 dengan diikuti 5 Kementrian, selanjutnya pada tahun 2008 IGOS yang diikuti 18 Kementrian, namun pertanyaannya adalah, apakah IGOS I dan IGOS II sudah diaplikasikan di 5 Kementrian pada IGOS I dan IGOS II di 18 Kementrian?, dan baru-baru ini Relawan Telematika Banten telah pula mendeklarasikan Banten Go Open Source (BAGOS) pada hari sabtu, tanggal 15 januari 2011, namun lagi-lagi pertanyaannya adalah, apakah Pemerintah Provinsi Banten akan menindaklanjuti BAGOS yang digagas Relawan Telematika Banten di 43 SKPD Pemerintah Provinsi Banten?, memang, pada event akbar tersebut dihadiri Sekda Provinsi Banten, Kadishubkominfo Provinsi Banten, Plt.Kepala Kesbangpol Provinsi Banten, Karo Humas dan Protokol Provinsi Banten, juga turut hadir perwakilan Kementrian Kominfo, yang diwakili Direktur Pemberdayaan Telematika, serta kalangan akademisi, Direktur BSI, dan kalangan BUMN PT.Telkom Tbk Serang Area, namun itu semua adalah seremonial belaka, yang terpenting dari itu semuanya adalah, adanya tindak lanjut (follow-up) usai dideklarasikannya BAGOS, artinya pemerintah harus memberikan perhatian lebih melalui political will dan good will, agar segera memanfaatkan dan menggunakan OSS dan FOSS di seluruh instansi pemerintah, yang pada akhirnya akan diikuti oleh lembaga publik, lembaga pendidikan, dan masyarakat pengguna software lainnya.

Pemanfaatan dan penggunaan OSS dan FOSS (Open Source Software) dan (Free Open Source Software) sebagaimana diamanatkan Mentri Kominfo dan Menpan dan RB merupakan starting point niat baik pemerintah untuk tidak menggunakan software bajakan dan ilegal software produk mirosoft, namun apakah itu cukup dengan pernyataan deklarasi IGOS I dan IGOS II di tataran pemerintah pusat? dan BAGOS ditataran Pemerintah Provinsi Banten?, tentu saja tidak cukup sebatas pernyataan politik saja, namun harus diimplementasikan melalui migrasi dari ilegal software menuju OSS dan FOSS produk BAGOS hasil karya Relawan Telematika Banten, yang sudah direkayasa dan dimodiifikasi dengan fitur-fitur yang ada sama persis dengan produk microsoft serta penambahan 3D, dengan demikian kita akan bersih dari bajakan software ilegal, dan memanfaatkan hasil karya anak bangsa yang ada, terlebih lagi adalah, pemanfaatan dan penggunaan BAGOS dapat dilakukan tanpa melalui pembiayaan atau pembayaran seperti layaknya produk microsoft, sehingga pemerintah dapat menghemat biaya pembelian software produk microsoft serta lebih pasnya adalah migrasi software microsoft ke BAGOS dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari SKPD terkait dan SKPD yang ada dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Entry filed under: Info Berita, Internet, Kegiatan. Tags: .

RUTE ANGKUTAN UMUM MENUJU BSI BSD LOKASI DEKLARASI FOSS DAN WORKSHOP Forum Relawan Telematika Banten Sukses Menggelar Deklarasi Banten Go Open Source dan Workshop TIK yang diikuti 1000 peserta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 8,727 hits

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.


%d bloggers like this: